Dragono Halim: Santai, Namun Tetap Profesional

Category : Alumni
Dragono Halim: Santai, Namun Tetap Profesionalby Adminon.Dragono Halim: Santai, Namun Tetap Profesional‘Segala bentuk profesi pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing’, tutur Gono, sapaan akrab alumni Ilmu Komunikasi angkatan pertama (2004) ini. Dia mengawali pengalaman bekerjanya sebagai pegawai kantoran disebuah perusahaan konstruksi di Samarinda pada tahun 2005. Namun menurutnya profesi jurnalis yang ia tekuni sekarang menawarkan sensasi bekerja yang jauh berbeda dengan working pressure yang terasa jauh […]

dragono

‘Segala bentuk profesi pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing’, tutur Gono, sapaan akrab alumni Ilmu Komunikasi angkatan pertama (2004) ini. Dia mengawali pengalaman bekerjanya sebagai pegawai kantoran disebuah perusahaan konstruksi di Samarinda pada tahun 2005. Namun menurutnya profesi jurnalis yang ia tekuni sekarang menawarkan sensasi bekerja yang jauh berbeda dengan working pressure yang terasa jauh lebih menyenangkan buatnya. Karena baginya pekerjaan sebagai jurnalis bisa membuatnya menjadi orang yang ‘paling tahu dan paling dulu tahu’ dengan berbagai macam hal yang terjadi di masyarakat. Karena setiap hari dia bisa bertemu dengan banyak orang; mulai dari pemulung, artis, bahkan sampai dengan presiden republik ini sekalipun. Selain itu, dengan pekerjaan sebagai jurnalis dia bisa memperoleh wawasan dan informasi terbaru yang langsung didapatkan dari orang yang berkepentingan. Hal tersebut menjadi penting menurutnya karena itulah tantangan untuk terus menjadi manusia terkini.

Pria lajang kelahiran 26 Oktober 1986 ini menyatakan mendapatkan banyak sekali momen luar biasa yang dia peroleh sebagai seorang jurnalis. Beberapa diantaranya adalah kesempatan bepergian ke banyak tempat menyenang diseluruh Indonesia dan beberapa negara ASEAN. Perjalanan-perjalanan tersebut memberinya kesempatan melihat banyak wilayah terutama di Kalimantan Timur, bahkan perjalanan darat yang harus ditempuh lebih dari lima hari. ‘Semuanya jadi pengalaman berharga’, tuturnya.

Namun demikian, profesi jurnalis juga terkadang memberikan sejumlah pengalaman yang tidak menyenangkan bahkan terkadang konyol. Misalnya dimana terkadang keberadaannya sebagai jurnalis dipandang sebelah mata oleh narasumber atau orang lain disekitarnya. Alih-alih disimpan didalam hati sebagai pengalaman yang tidak menyenangkan, ‘sebagai orang yang mengerti Ilmu Komunikasi, kondisi tersebut harus bisa dibuat terbalik’ tutur Gono yang pernah juga berprofesi sebagai penyiar ini. Menurutnya, pengalaman tersebut justru memacunya untuk membuat orang lain terperangah dengan apa yang dihasilkan, baik itu tulisan maupun dalam bentuk respons professional.

Dragono yang kini menjabat sebagai Redaktur Pelaksana (Editor in Chief) Samarinda Pos ini tertawa ketika ditanya apa yang menjadi kunci suksesnya dalam berkarir. Sambil tertawa dia menjawab bahwa sampai sekarang dia terus mendaki standar kesuksesannya. Dia berusaha selalu berpihak pada passion yang dimilikinya saat ingin melakukan sesuatu. Karena dengan adanya passion tersebutlah bisa membawa motivasi untuk menghasilkan yang terbaik dan tidak merasa terlalu terbebani dengan pekerjaan yang dilakukan. Karena menurutnya ketika seseorang memiliki passion terhadap pekerjaannya, maka secara alamiah segala bentuk kreativitas, inovasi, serta dedikasi akan tercurah.
Biodata

Nama : Dragono Halim
Tanggal Lahir : 26 Oktober 1986
Jenjang Karier : 2005 – Kepala Bagian Perusahaan Konstruksi
2006 – Announcer Dhamma FM
2007 – Wartawan Magang Samarinda Pos
2008 – Wartawan Tetap
2009 – Redaktur Muda
2010 – Manajer Pemasaran dan Sirkulasi
2011 – Redaktur Pelaksana(Editor in Chief)
Email : dragon@sapos.co.id
Blog Pribadi : dragonohalim.wordpress.com

Author: 

Related Posts